hills, gantrisch nature park, fields-7236949.jpg

Tim Unila Dampingi Petani Kembangkan Komoditi Jamur

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unila memberi pendampingan kepada petani dalam mengembangkan komoditi jamur. Dengan penguasaan keilmuan dan dukungan teknologi, tim pengabdian kepada masyarakat membantu petani meningkatkan produksi dan peningkatan nilai ekonomis komoditi jamur merang dan tiram.

Tim pengabdian terdiri dari Herti Utami, Donny Lesmana, Sri Hidayati, dan Yuli Darni. Kepada Lampost.co, Yuli Darni menjelaskan pihaknya membantu petani jamur mengembangkan komoditi hingga penanganan pascapanen.

“Bersama tim, kami melaksanakan pengabdian masyarakat. Kali ini terhadap petani jamur yang menghadapi kendala dalam pengembangannya. Jamur cepat membusuk, membuat petani tersendat dalam meningkatkan olahan dan nilai ekonomis komoditi itu,” kata Yuli, Rabu (26/9/2018).

Budidaya jamur merupakan salah satu andalan petani Dusun Lingsuh, Kecamatan Rajabasa, dan wilayah Simbaringin, Natar, Lampung Selatan. Menurut dia, sejak 2015, petani di daerah itu mengolah jamur merang dan tiram menjadi sejumlah makanan. “Jamur diolah menjadi sate, tongseng, sup, dan jamur tiram goreng tepung. Namun pemasarannya terbatas,” kata Yuli.

Petani berharap dapat mengelola jamur menjadi produk olahan makanan yang lebih tahan lama dengan skala pemasaran yang lebih luas. Dengan begitu keuntungan yang diperoleh bisa lebih besar. “Kami usulkan untuk mengolahnya menjadi kerupuk jamur dan jamur krispy yang digemari banyak kalangan serta tetap mempertahankan kandungan gizinya,” ujar Yuli.

Tim Unila memberi pendampingan dalam proses pembuatan camilan tersebut. Mulai dari pemotongan, penggorengan, penirisan jamur agar cita rasa dan nutrisi yang terkandung tetap terjaga. “Semoga pendampingan kami bisa meningkatkan wawasan petani dalam mengembankan komoditi tersebut,” ujarnya.

Delima Natalia Napitupulu

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *