Kopi Lampung Diharapkan Bisa Pasok Kebutuhan Warga Jakarta

Liwa (Lampost.co) — Ketua Dewan Kopi Lampung, Mukhlis Basri meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno untuk mendukung perluasan pemasaran produk olahan kopi robusta asal Lampung Barat di Jakarta. Hal itu disampaikan Mukhlis saat menerima kunjungan Sandiaga di Pekon Rigisjaya, Kecamatan Airhitam, Lampugn Barat.

“Saya melihat bahwa kafe-kafe dan hotel-hotel di Jakarta itu rata-rata masih menggunakan kopi asal Vietnam, Brazil dan Colombia. Padahal Lampung sendiri memproduksi kopi robusta bahkan hasilnya selama ini banyak di ekspor keluar,” kata Mukhlis, Rabu, 29 September 2021.

Pihaknya berharap Menparekraf mendorong sejumlah hotel atau cafe yang berada di Jakarta untuk menggunakan kopi robusta Lampung terutama kopi dari Lampung Barat. Menurutnya, Lambar mampu menghasilkan sekitar 60 ribu ton kopi per tahun. Jika pemasaran produksi kopi ini bisa menyuplai kebutuhan hotel-hotel dan kafe di Jakarta, ia memperkirakan produksi asal Lambar ini cukup sehingga produksi kopi Lambar ini tidak perlu diekspor lagi.

“Kalau stok kebutuhan kopi di semua hotel dan kafe di Jakarta itu menggunakan produksi kopi Lambar maka diperkirakan kebutuhannya cukup dan produksi kopi Lambar tidak perlu diekspor lagi,” kata Mukhlis.

Menanggapi hal itu, Sandiaga mengaku jika hal itu merupakan tantangan baru baginya. “Terima kasih infonya, saya terima tantangan ini, bahwa restoran cafe-cafe serta hotel-hotel di Jakarta bisa menggunakan kopi robusta terbaik milik anak bangsa yaitu dari Lampung,” kata dia.

Produk kopi merupakan dukungan untuk produk ekonomi kreatif. Bahkan ia mengaku, akan mengajak anak-anak muda terutama yang suka ice coffe

“Ice coffee itu adalah sinonim dengan Lampung Barat sebagai penghasil kopi, karena itu anak-anak Jakarta belum menjadi pecinta ice coffe jikalau belum datang ke lokasi wisata Kampoeng Kopi Pekon Rigisjaya ini,” kata dia.

Selain memberikan suport untuk kemajuan desa wisata dan ekonomi kreatif itu, Sandiaga juga memesan 600 tas yang diproduksi oleh disabilitas di lokasi wisata Rigisjaya. Ia menilai tas yang dibuat itu berbahan baku ramah lingkungan dan motifnya juga ramah lingkungan. Rencananya tas itu nantinya akan dijadikan souvenir bagi tamu pada acara G20 mendatang dimana Indonesia sebagai tuan rumah.

“Lima bulan kedepan produk yang dihasilkan oleh penyandang disabilitas ini akan kami tampung. Mudah-mudahan kegiatan di G20 ini akan membuka peluang kerja bagi teman-teman disabilitas,” kata Sandiaga.
EDITOR

Winarko

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *